Nampaknya optimisme damai dagang Amerika Serikat (AS)-China masih dapat memberi dorongan pada harga batu bara. Pasalnya bila aktivitas ekonomi dunia, harga kayu dan harga batu bata atau harga engsel pintu dan harga pasir atau harga genteng dan harga air cooler atau harga rolling door dan harga triplek atau harga wallpaper dinding dan harga cat besi terutama China bisa kembali melaju kencang, maka permintaan energi juga ikut meningkat.

Apalagi China merupakan konsumen batu bara dunia. Sudah tentu permintaan dari Negeri Panda dapat mempengaruhi keseimbangan fundamental di pasar global.
Selain itu hari ini (28/2/2019), Biro Statistik Nasional (National Beureau of Statistics/NBS) China kembali mengumumkan konsumsi batu bara pada tahun 2018 masih bisa naik 1%, yang merupakan peningkatan tahun ke-2 secara beruntun.
Artinya, meskipun pertumbuhan ekonomi China tahun 2018 merupakan yang terparah sejak 1990, permintaan energi masih tetap tumbuh.
Dalam rilisnya, NBS juga mengatakan bahwa 59% dari total konsumsi energi di China berasal dari batu bara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar